Baksos IJP 2026, 'Angin Penyejuk' Masyarakat Agam
![]() |
| IJP bersama dengan masyarakat Nagari Koto Kaciak. (lenggogeni) |
AGAM - Rona bahagia, sedih bercampur haru terlihat di wajah masyarakat Nagari Koto Kaciak, di Masjid Raya Al-Karim, Jumat (16/1). "Terima kasih ibu-ibu Indo Jalito Peduli (IJP)," ucap masyarakat serentak.
Kehadiran ibu-ibu yang tergabung dalam Indo Jalito Peduli (IJP) sebagai 'si tawa' dan 'si dingin' bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat, sedang hingga ringan. Begitu pula mata pencaharian mereka hilang sekejap, karena sawah-sawah mereka di hondoh banjir disertai galodo.
Wali Nagari Koto Kaciak Syawaldi mengatakan total keseluruhan masyarakat di nagarinya, terdampak banjir dan galodo sebanyak 189 orang. Dari lima jorong, empat diantara terdampak bencana hidrometeorologi. Yakni Jorong Balai Belo, Jorong Koto Kaciak, Jorong Pasa Rabaa dan Jorong Kubu Ujung Pandan.
Salah satu warganya, Erni Susanti 45, menyebutkan kalau batu-batu besar disertai pasir dan air keruh berwarna coklat tiba-tiba masuk 'tanpa permisi' ke dalam rumahnya. "Setiap hujan intensitas besar kami sekeluarga dan para tetangga sudah cemas dan was-was karena rumahnya berada dekat sungai dan perbukitan," katanya.
![]() |
| IJP bersama masyarakat ke Jorong Koto Tinggi, Nagari Duo Koto. (lenggogeni) |
Kehadiran ibu-ibu IJP yang diketuai Astri Asgani didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Merry Benni Warlis, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Syatria dan Kadis Kominfo Roza Syafdefianti ibarat angin penyejuk bagi Erni Susanti dan masyarakat Nagari Koto Kaciak.
"Rumah saya dimasuki air bah, sehingga karpet dan baju-baju basah semua," ucap Erni Susanti yang masih beruntung, keluarga kecilnya masih lengkap. Tapi wajahnya tampak sedih, tiga orang anggota keluarga besarnya di Maninjau tak terselamatkan.
"Mamak, adik dan angku yang tinggal di Maninjau meninggal dunia," kata Erni Susanti berusaha menerima kenyataan dengan lapang dada. Pada kesempatan itu, ibu-ibu dari IJP bersalaman memberikan semangat kepada penyintas bencana lainnya.
"Kami datang dari Jakarta memberikan sedikit bantuan untuk saudara-saudara di Kota Kaciak. Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi penderitaan dan kesulitan saudara-saudara di Koto Kaciak. Tetapi semangat," ucap Astri Asgani.
Lebih lanjut Astri Asgani mengatakan aksi sosial ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian IJP kepada masyarakat terdampak bencana dalam memberikan dukungan moral maupun material kepada para penyitas bencana.
IJP merupakan perkumpulan ibu-ibu yang ada di rantau dan di ranah yang sudah 26 tahun lamanya. Bergerak bidang sosial dan budaya. Dalam setahun ada ada program, mulai sunatan massal kaum dhuafa, peduli bencana dan bedah rumah.
![]() |
| IJP bersama masayarakat Jorong Tanjung Batuang, Nagari Duo Koto. (lenggogeni) |
Ada bencana menimpa kampung halaman, IJP pun tergerak menyalurkan sedikit bantuannya kepada saudara-saudara yang terdampak bencana. Dengan niat yang tulus dan ikhlas 'menghibur' sanak saudara yang ada di kampung halaman.
Usai penyerahan bantuan di Koto Kaciak perjalanan baksos IJP dilanjutkan ke Jorong Koto Tinggi, Nagari Duo Koto. Bantuan diserahkan langsung IJP kepada 48 orang yang terdampak bencana. Penyerahan disaksikan, Istri Bupati Agam Merry Benni Warlis di SDN 19 Koto Tinggi.
Semangat meringankan beban sanak saudara di Agam, perjalanan bakti sosial (baksos) IJP di lanjutkan di Jorong Tanjung Batuang, Nagari Duo Koto. Bantuan diserahkan kepada 70 orang. "Terima kasih ibu-ibu, sarungnya bisa dipakai untuk sholat tarawih," ucap Dewi. (009)



Post a Comment for "Baksos IJP 2026, 'Angin Penyejuk' Masyarakat Agam "
Silahkan Tinggalkan Komentar Yach..Thanks..
Post a Comment