Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PILOT KAPTEN LAUT RAYENDRA : Distribusikan Logistik, Helikopter HS-1310 Gagah Perkasa di Langit Ranah Minang


MISI KEMANUSIAAN - Pilot Helikopter HS-1310, Kapten Laut (P) Rayendra dan tim selalu siap melaksanakan tugas kemanusiaan, termasuk membantu mendistribusikan logistik bagi korban banjir bandang di Sumatera Barat. (ist)

PADANG -  Helikopter HS-1310 milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) dengan gagah perkasanya menembus langit Ranah Minang. Pesawat itu terbang melintasi indahnya langit bumi bundo kandung yang sedang berduka akibat bencana banjir bandang, Kamis (27/11/2025).

Ya tepat, Sabtu 29 November, helikopter yang bermarkas di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur bergegas terbang menuju Sumatera Barat. Helikopter jenis AS 565 MBe Panther dikemudikan Pilot Kapten Laut (P) Rayendra didampingi co-pilot dan kru-kru lainnya.

"Kami satu tim berlima ditugaskan bergiat semenjak 29 November 2025 hingga selesai situasi tanggap darurat. Saya sebagai pilot, ada satu second pilot dan tiga orang kru," ucap Rayendra yang mengaku siap ditugaskan dimanapun.

"Tiap hari kami ditargetkan sekitar dua hingga tiga  penerbangan dengan minimal paling tidak 800 - 1 ton  bahan logistik didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah terdampak," ucap Rayendra.

Seperti, Rabu (17/12/2025) Rayendra bersama timnya sudah menerbangkan helikopter ke langit Desa Sasak, Pasaman Barat. "Kami membawa logistik berupa beras, mie, telur dan minyak dengan bobot 400 kilogram satu kali penerbangan. Dalam sehari kami terbang dua hingga tiga kali," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rayendra bersama tim pun tak menampik selama menerbangkan helikopter beberapa wilayah di Sumbar terdampak bencana alam ada tantangan tersendiri, yakni cuaca. "Pada Desember ini, cuaca memang kurang mendukung. Kadang pagi sampai siang hujan. Seharian hujan menjadi  kendala utama kami dalam menerbangkan helikopter," ucap Rayendra, seorang pilot tangguh yang selalu terlibat dalam setiap operasi kemanusiaan, termasuk distribusi bantuan ke daerah terpencil yang sulit diakses setelah bencana alam.

Kendala lainnya, ucap Rayendra adalah posisi spot ataupun area landingnya. "Seperti tanahnya tidak kuat menopang berat helikopter, sehingga dilakukan droping logistik. Bisa jadi kami tak sampai landing, tapi terpaksa diover dengan memperhitungkan agar logistik tidak rusak.

Pada kesempatan itu, Rayendra pun menyebutkan kendala lainnya adalah kemungkinan ditakutkannya terjadi  Fatigue pada Air Pro, karena dalam sehari dia bisa dua hingga tiga kali penerbangan, dengan waktu lebih kurang 3 hingga 5 jam dalam sehari.

Namun dia menegaskan, dirinya bersama timnya siap ditugaskan kemana saja dengan memanfaatkan waktu istirahat dengan maksimal. Seperti, di waktu senggangnya, Rayendra menyempatkan diri untuk Shalat Dhuha sebelum menerbangkan helikopter kembali. (*)

Post a Comment for "PILOT KAPTEN LAUT RAYENDRA : Distribusikan Logistik, Helikopter HS-1310 Gagah Perkasa di Langit Ranah Minang"